Lebaran Penantian
1 September 2011
Hari lebaran 1432H yang diperselisihkan itu akhirnya tiba juga. Aku mengintai pergantian hari sembari menanti pulihnya suara dan longgarnya dada dari batuk mendera. Mungkin sedikit kelelahan saja selepas kerja-kerja malam dan mengendara mudik ke rumah orang tua.
Meski berlibur hari raya ratusan kilometer jauhnya dari kota Jogja, pikiranku terus teringat kerja yang belum tuntas dan terpaksa ditinggal begitu saja.
Ramadhan kemarin -alhamdulillah- membawa hikmah dan semangat baru, meski ibadah masih jauh dari harapan. Beberapa desain baru telah diminta oleh peminat tidak terduga. Yang terus terbayangkan, pin kayu motif palestina yang sedang dalam setengah proses, rasanya memanggil-manggil terus di benak pikiran.
Enaknya jadi tukangpin adalah kemanapun pergi bisa membawa pekerjaan. Tapi masalahnya untuk fokus di tengah liburan lebaran ternyata lebih sulit dari yang dibayangkan, meski acara sowan, kunjungan dan lainnya sudah ‘mereda’ dan berganti waktu luang…





