Sejuk Syuhada Membelai Jiwa

17 August 2011

Lantai mesjid tua ini terasa dingin di pagi yang cerah, tetapi bukan itu yang membuat hati menjadi damai. Beberapa lelaki tua muda mengambil tempat masing-masing untuk mendirikan shalat dhuha dengan khusyuk, menyita perhatianku saat pertama tiba di lantai atas. Masih banyak orang baik yang ‘tersisa’ diantara hiruk pikuk berita tentang kebusukan di negeri ini, batinku.
Baru kusadari juga bahwa masjid yang diresmikan Bung Karno pada 20 September 1952 ini ternyata erat berkaitan dengan kemerdekaan republik tercinta. Bangunan suci ini didirikan untuk menghormati para syuhada Jogja dalam merebut kemerdekaan.
Sejenak terbebas dari hingar bingar burung nazar, sembari menanti buah hati mengikuti upacara 17-an, kunikmati kesejukan masjid Syuhada, warisan para inisiatornya, tokoh-tokoh pahlawan yang membangunnya. Sejuk karena berada di dekat para pelawat yang masih tahu menyukuri makna dirgahayu hari ini…

Advertisement

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.