Menuju Kabut Debu

30 October 2010

Meski jalan ini harus menanjak, aku akan tetap beranjak. Meski pekat debu ini menghadang, aku akan tetap menantang. Meski berat beban yang kubawa, aku akan tetap berusaha. Setapak demi setapak, langkah demi langkah, jalan ini akan tetap kutempuh.

Meski orang lain menghindari jalan ini, aku akan tetap memilihnya karena yakinku. Aku akan tetap menapakinya, sebab beban kehidupan ini bukanlah tanggungan orang lain. Apa yang kudapat dari perjalanan ini adalah resiko yang kuambil sendiri. Baik dan buruk esok hari adalah ujung jejak hari ini.

(Baru kusadari bahwa ada nangka dan karung berisi beban di kiri kanan sepeda sang nenek tua, setelah kubuka foto ini dengan laptop di rumah. Nenek itu terpaksa berhenti melangkah setiap ada motor atau mobil berpapasan dengannya, sebab ia harus menutup hidungnya dengan jarik/kain. Tapi debu dari letusan merapi tidak menyurutkan langkahnya…)

Advertisement

4 Responses to “Menuju Kabut Debu”

  1. ds Says:

    no other words to say…WANITA PERKASA !!

  2. tedi Says:

    Kekuatan apa yang mendorong nenek tua itu begitu kuat secara fisik dan tangguh secara mental ? Sedangkan di sudut perkantoran banyak orang mengeluh karena persoalan pekerjaan yang lebih kecil.

    Kekuatan itu bernama cinta, cinta yang melahirkan harapan dan pengabdian kepada siapa mereka mempersembahkan hasil kerja mereka, kepada keluarga, kepada masyarakat, kepada alam yang mengasuh mereka, kepada masa depan kehidupan yang sejahtera, kepada Tuhan dengan keyakinan bekerja yang halal adalah sebuah pengabdian.

    Bila anda mengeluh karena harus memperpanjang waktu kerja anda beberapa jam saja, maka kenanglah nenek tua itu, beliau memiliki sesuatu yang ia cintai, yang kepadanya ia ulurkan hasil kerjanya. Kepada beliau kita belajar tentang sebuah pengabdian atas nama cinta.

  3. tukangpin Says:

    @ds: betul sekali bu, sangat mengagumkan… dan masih cukup banyak yg seperti ini terlihat di kota jogja, meski jaman sudah berubah… salut!

  4. tukangpin Says:

    @tedi: terimakasih komennya pak, betul sekali… pendalaman makna yg anda sampaikan sangat menyentuh hati…


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.