Pin Kayu Tersangkut Kastam Lagi :(
31 Januari 2009
Terima kasih untuk seseorang yang telah menelponku tadi malam, dengan cukup lama dan sangat bersahabat
. Semoga hari-harimu sekeluarga selalu diliputi oleh kasih sayang Allah SWT, wahai saudaraku. Sungguh sebuah kebahagiaan tersendiri menerima beberapa kali telepon dari Malaysia, hal yang tidak pernah terbayangkan sejak dulu. Betapa indahnya persaudaraan dalam Islam…
Kisahnya adalah tentang paket pin yang akhirnya diterima dengan selamat. Setelah kupikirkan, ternyata memang paket ini ‘terlalu lama’ sampai. Rupanya memang tersangkut lagi di Kastam dan mereka meminta customerku yang baik ini ‘menghadap’. Wah, masalah lagi…
Dalam beberapa kasus, customer biasanya kemudian tak berdaya untuk ‘terpaksa’ membayar tax. Tax inipun rasanya memang keterlaluan, menurutku. Bayangkan, kalau sebuah paket seharga seribu ringgit harus dikenakan membayar pajak empat ratus ringgit, maka darimana peniaga kecil-kecilan dapat memperoleh laba? Misal dia mendapat diskon 50% pun maka sisanya tinggal 10%!! Masya Allah..
Itu masalah pertama, yang keduanya adalah sebagian paket lolos tanpa harus bayar sedikitpun, meski ukuran paket cukup besar. Tapi sebagian lain harus membayar tax karena tersangkut di kastam. Itu pun ternyata sebagian biaya tax-nya dapat dibicarakan dinego
Seseorang yang menelepon tadi malam lantas menceritakan ending dari cerita paket nyangkut ini. Cukup dramatis, karena ternyata bapak mertuanya adalah mantan petugas/officer di kastam sana. Sang bapak menelpon kantor kastam dan menasihati
para juniornya. Akhirnya customerku yang baik dapat mengambil paket dengan selamat, meski dengan penuh kebaikan menghibahkan beberapa tuding quran.
Dari kejadian ini lantas aku pun teringat ada seorang customer lain yang samasekali tidak pernah mengadukan masalah kastam. Ternyata alamat kirim yang beliau gunakan berada di perumahan pegawai kastam. Owh, mungkin kalau alamat kirim seperti itu tidak akan disentuh oleh petugas kastam! Ibaratnya sesama bus kota dilarang saling mendahului…
Bagaimana pun, yang penting pin kayu sudah sampai di Johor. Alhamdulillah… Dan ini pun menjadi salah satu kisah lagi dari lika-liku tukang pin mengirim produk kecil mungil, imut dan mengesankan
ini ke negeri jiran…



