HTR. Melihat nama besarnya saja, tidak terlintas pada isi kepala ini bahwa makhluk Allah yang bertalenta luar biasa itu masih punya waktu dan perhatian untuk orang kecil seperti saya. Karenanya meskipun hati saya selalu menguat-nguatkan pendapat bahwa dia adalah orang biasa, sama seperti orang-orang lainnya, tetap saja notifikasi kemunculan pesan darinya di wall pada facebook saya cukup memancing pekik tertahan.
Kaget dan gembira tentu saja. Saya yakin bukan cuma saya yang pernah menerima pesan darinya, apalagi jaringan sosial di dunia maya ini penuh dengan aplikasi pengingat momen istimewa sahabat atau kontak kita. Tapi memperhatikan betapa banyaknya manusia terkoneksi dengan HTR, dan bahwa hari ini cukup istimewa untuk saya, maka kekagetan ini lantas berubah menjadi kekaguman. Perasaan sama seperti saat menerima salam perkenalan pertama di situs multiply saya dari seorang ummahat yang penuh perhatian pada pendatang baru. Belakangan saya ketahui bahwa ibu tersebut ternyata adalah seorang tokoh penting (redaktur) di majalah wanita Ummi.
Kekagetan saya melebihi pada saat pertama kali mengirimi HTR pesan singkat saya pada suatu waktu di beberapa bulan kebelakang dan mendapatkan jawabannya. Padahal saya pikir entahlah apa beliau masih punya waktu membalasi personal message dari saya, mengingat kesibukannya. Beberapa hari setelah pesan saya kirimkan, ternyata jawaban muncul di inbox akun multiply saya. Tukangpin menerima jawaban HTR? Wah wah wah…
Tema sentral kesadaran saya hari ini akhirnya adalah tentang perhatian. Betapa perhatian seseorang akan menjadikan dirinya memiliki nilai istimewa dibanding orang lain. Bukan karena baju dan topeng yang disandangnya yang membuat kita terpesona, karena hal-hal tadi kadang hanya fatamorgana yang tidak terjangkau bahkan oleh impian kita. Juga bukan basa-basi bermanis muka sambil menjaja meminta ada maunya, melainkan ungkapan sapaan sederhana saja. Seolah seperti angin lembut sepoi-sepoi yang dapat mendekatkan awan dan pucuk dedaunan. Perhatian membuat orang menjadi berharga.
Secara praktis wujud perhatian juga sebenarnya sangat penting untuk menjaga hubungan apapun, semisal bisnis saya. Meski misalnya pelayanan yang diberikan belum maksimal, tetapi kesediaan kita menerima kritik, saran, protes dan keinginan dari pelanggan akan menentukan posisi kita di hadapan mereka. Bahkan saat menghentikan kerjasama sekalipun kita masih boleh berharap terjalin saling pengertian karena perhatian kita akan alasan masing-masing. Perhatian yang tulus (tentunya) dapat menjaga tali silaturahim, meskipun hubungan bisnis telah berakhir atau tertangguhkan.
HTR telah memberi pelajaran pada saya di hari ini, betapa manis pahitnya sebuah relasi tidak harus diukur oleh kerap-renggangnya intensitas tegur sapa dan blablabla. Kesederhanaan wujud perhatian pada proporsi dan timing yang tepat ternyata lebih mampu memberi makna. Terimakasih HTR…

Leave a Reply