working hard2Duh, ternyata sudah lama juga saya nggak update blog ini. Nyaris terbengkalai dan baru teringatkan oleh komentar di pagi ini. Terima kasih ya.

Perjalanan sanggar kami alhamdulillah terus berlanjut. Saat ini kami sedang berkutat dengan pesanan dari Singapore, beberapa negeri di Malaysia, dan dari Indonesia sendiri. Yang cukup mengagetkan kemarin-kemarin ini adalah munculnya tiga peminat sekaligus dari Nanggroe Aceh Darussalam. Puji syukur pada Ilahi…

Read the rest of this entry »

Nasihat dari Bligo

26 September 2009

bligoswaroong

Selepas menikmati perjalanan yang ramai lancar di sekitar hutan dan kota Caruban, Jawa Timur, kami segera melewati kota Ngawi dan menuju Solo. Saya bersama isteri dan dua anak kami baru saja pulang dari kota Tulungagung dan harus segera kembali ke kota Jogja. Maklumlah isteri yang PNS ini tak boleh cuti lama-lama, dan hari Kamis sudah harus ngantor.

Jadilah kami harus mengakhiri liburan yang menyenangkan di Tulungagung, sembari merayakan Hari Raya Idul Fitri 1430 H dan menyambangi sanak kerabat. Isteri saya memang aseli Tulungagung, dan kami menjadwal kunjungan lebaran tahun ini ke kota kelahirannya, sementara kunjungan ke daerah asal saya di Ciamis utara sana akan dilakukan awal minggu kedua Oktober 2009 ini insya Allah.

Hari makin malam, dan perjalanan baru saja memasuki wilayah Sragen, ketika saya teringat ’amanat’ isteri untuk mampir dan membeli buah bligo. Sewaktu melewati daerah itu tempo hari, kami melihat deretan warung bukan permanen memajang hasil bumi berupa semangka, waluh dan buah-buahan lainnya. Saat itulah isteri saya terlihat begitu antusias melihat buah bligo. Ingatannya rupanya kembali ke masa kecil, saat kerap menemukan manisan bligo. Saya sendiri sering mendengar kalua baligo dibuatkan oleh nenek saya yang sekarang sudah uzur, tetapi sampai sekarang belum terlalu ngeh wujud bligo segar atau baru dipetik.

Read the rest of this entry »

Lebaran Kedukaan

22 September 2009

depok400

Tepat menjelang Lebaran peristiwa menyedihkan itu datang. Tiada diundang, tetapi nampaknya memang sudah tidak mungkin dielakkan. Saya akhirnya pasrah dan bertekuk lutut pada kenyataan.

Penyebabnya adalah proses produksi di sanggar kami sudah berbulan-bulan bermasalah. Tentu saja masalah adalah hal biasa dalam bisnis, tetapi toleransi waktu tidak mungkin diberikan sepanjang masa. Gelagat kekacauan dan kerugian semakin nampak di depan mata.

Bukan tak hendak bersyukur. Alhamdulillah, segala nikmat kemajuan sudah diraih sanggar sederhana kami, tetapi kemajuan tersebut juga berarti bertambahnya amanah. Berkali-kali kami gagal mengirimkan paket tepat waktu dan bergantung sepenuhnya pada kemurahan hati customer untuk memahami kondisi kami. Suatu keadaan yang tidak sehat dan mengkhawatirkan.

Read the rest of this entry »