Fenomena Es Sari Tebu
30 November 2009
Saya sedang berada di Tulungagung selama beberapa hari ini, menikmati liburan dalam rangka Idul Adha dan cuti kerja isteri. Isteri saya, sebagaimana saya, memang jarang pulang kampung, sehingga meskipun pekerjaan di sanggar sedang begitu menumpuk dan kondisi agak kritis, tetapi tak tega rasanya membatalkan kepulangan kami. Meski ia sudah menyatakan manut, apakah pulang atau tidak, tetapi saya tahu dia ingin sekali pulang.
Pagi dan Kesyukuran
22 November 2009
Pagi tadi, sewaktu bersepeda menembus kota Jogja, saya melihat sekelompok pemuda punk masih berkerumun selepas ‘beraktivitas’ tadi malam. Pula saya jumpai para pedagang mulai menata jualannya, sebagian malah sudah sibuk melayani pembeli. Ada pula kerumunan orang beracara jalan santai bersama keluarga. Ada juga keluarga bahagia mencari nasi gudeg, soto dan bubur ayam. Manusia sudah mulai bertebaran mengisi hari minggu paginya. Sebagian besar dari mereka menjadikan hari minggu sebagai hari libur dan bersenang-senang bersama keluarga.
Tapi di sudut lain saya temukan mereka yang tenggelam dalam dunianya sendiri, mengabdi bagi kebersihan kota, melawan kotor dan bau yang menyengat. Mereka mengangkut sampah rumah tangga yang dibuang oleh masyarakat untuk diteruskan ke tempat pembuangan akhir. Meski pekerjaan ini bukanlah suatu profesi yang hina, bahkan sejatinya sangat mulia, tetapi tidak semua orang kalau ditanya akan serta merta menjadikannya pilihan dalam bekerja. Sebagian orang mungkin malah melecehkannya atau menganggap pekerjaan rendahan yang tak pantas dipilih.
Syukur Tertimbun Pekerjaan
21 November 2009
Manusia memang paling pandai mengeluh ya? Tidak ada pekerjaan, mengeluh. Banyak pekerjaan juga mengeluh. Pagi ini ditengah menumpuknya pekerjaan membuat pin kayu, sekejap kilasan perasaan menyergap relung nurani. Betapa berat dan melelahkan, tenaga dan waktu sangat terbatas, customers sudah hampir kehilangan kesabaran. Siang dan malam berkutat dengan cat dan kayu, tetapi tak habis juga order dikirim.
Maju Terus, Pantang Mundur…
8 November 2009
Duh, ternyata sudah lama juga saya nggak update blog ini. Nyaris terbengkalai dan baru teringatkan oleh komentar di pagi ini. Terima kasih ya.
Perjalanan sanggar kami alhamdulillah terus berlanjut. Saat ini kami sedang berkutat dengan pesanan dari Singapore, beberapa negeri di Malaysia, dan dari Indonesia sendiri. Yang cukup mengagetkan kemarin-kemarin ini adalah munculnya tiga peminat sekaligus dari Nanggroe Aceh Darussalam. Puji syukur pada Ilahi…





